🌙 Ramadhan Hari ke-18: Menjemput Cahaya dari Waktu Sahur

Alhamdulillah, tanpa terasa kita sudah sampai pada Ramadhan hari ke-18. Artinya, kita semakin dekat dengan sepuluh malam terakhir yang penuh keutamaan. Di fase ini, semangat ibadah seharusnya semakin meningkat, bukan malah menurun.

Salah satu amalan penting yang sering terlupakan adalah memanfaatkan waktu sahur, terutama sepertiga malam terakhir, yang penuh dengan keberkahan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Dan pada waktu sahur mereka memohon ampun kepada Allah.”
(QS. Adz-Dzariyat: 18)

Ayat ini menggambarkan bahwa orang-orang yang saleh memanfaatkan waktu sahur bukan hanya untuk makan, tetapi juga untuk berdoa, beristighfar, dan mendekatkan diri kepada Allah.


✨ Keberkahan Waktu Sahur

Waktu sahur bukan sekadar waktu makan sebelum puasa. Dalam Islam, waktu ini adalah saat yang sangat istimewa. Banyak ulama menjelaskan bahwa doa pada waktu sahur lebih mudah dikabulkan karena suasananya penuh ketenangan dan keberkahan.

Bagi para pelajar SMP dan MTs, memanfaatkan waktu sahur bisa dilakukan dengan cara sederhana, seperti:

  • Bangun lebih awal sebelum sahur

  • Membaca doa dan istighfar

  • Membaca beberapa ayat Al-Qur’an

  • Berdoa memohon kebaikan untuk diri sendiri, orang tua, dan guru

Walaupun hanya beberapa menit, kebiasaan ini bisa membuat hati kita lebih tenang dan dekat dengan Allah.


🤲 Doa Ramadhan Hari ke-18

Di Ramadhan hari ke-18, ada doa yang sangat indah untuk kita panjatkan agar hati kita diterangi oleh cahaya Allah.

Doa dalam Bahasa Arab

اَللَّهُمَّ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ وَ نَوِّرْ فِيْهِ قَلْبِيْ بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِيْ إِلَى اتِّبَاعِ آثَارِهِ بِنُوْرِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِيْنَ

Latin

Allahumma nabbihnî fîhi libarakâti ashârihi wa nawwir fîhi qalbî bi dliyâ'i anwârihi wa khudz bi kulli a'dlâ'i ilâ ittibâi âtsârihi bi nûrika yâ munawwira qulûbil ‘ârifîn.

Artinya

"Ya Allah, beritahukanlah kepadaku di bulan ini segala berkah yang tersimpan di waktu sahurnya, terangkanlah hatiku di bulan ini dengan cahaya-Mu, dan bimbinglah seluruh anggota tubuhku di bulan ini untuk mengikuti tanda-tanda keagungan-Mu. Dengan cahaya-Mu, wahai Penerang hati orang-orang yang mengenal-Mu."


💡 Cahaya untuk Hati

Doa ini mengajarkan kita bahwa seorang muslim tidak hanya ingin kuat secara fisik saat berpuasa, tetapi juga ingin hatinya diterangi oleh cahaya iman.

Cahaya hati ini bisa muncul ketika kita:

  • rajin shalat,

  • membaca Al-Qur’an,

  • menghormati orang tua dan guru,

  • serta menjaga akhlak kepada teman.

Jika hati kita terang dengan iman, maka sikap kita juga akan menjadi lebih baik.


🌈 Penutup

Ramadhan hari ke-18 mengingatkan kita untuk tidak melewatkan waktu sahur hanya untuk makan, tetapi juga untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah.

Mari kita jadikan sahur sebagai momen untuk memperbaiki hati dan memperkuat iman. Semoga Allah menerangi hati kita dengan cahaya-Nya dan membimbing kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Semoga puasa kita diterima dan Ramadhan kita penuh keberkahan.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤍